Jumat, Juni 12, 2009

Yang Terbaik bagimu


Sebenarnya sih kejadian ini udah lama. Berawal dari salah satu Muridku yang terkenal minta ampun malesnya ada diperpustakaan dan sedang baca (saudara2 dia sedang membaca!! Skali lagi membaca!). Makanya ak surprise banget dan datengin dia saking penasaran apa yang dia baca (jangan…jangan..). Dia bilang, ak harus baca ini, pasti ibu nangis katanya. Aneh aja. Masa bacaan muridku, anak laki pula bisa buat ak nangis. Dan ternyata walau ga bikin ak nangis tapi paling ga bener2 buat ak terharu. Wah ternyata ‘si males’ ini punya sisi sentimentil yang ok punya dalam memahami isi cerita.
Ceritanya kira2 gini, mungkin sebagian udah ada yang pernah dengar… ga papa ya ak ceritain lagi versi Kak Ega ya, mudah2an pada suka… Mari kita mulai…..

Tersebut kisah ada seorang Ayah yang hidup dengan anak semata wayangnya yang kaya raya, bergelimpangan harta. Semenjak kepergian Ibunya, apapun keinginan anaknya akan dikabulkan oleh sang ayah. Tapi si anak tak pernah meminta karena si ayah telah memberikan apapun yang dibutuhkan oleh si anak. Mulai dari sepeda, video game, meja belajar, pokoknya yang dibutuhkan oleh anak, ayahnya telah memberikannya.

Sehingga pada suatu hari saat anaknya beranjak remaja, si Anak menghadap Ayahnya sambil berkata:

Anak:
‘Ayah, selama ini ak tak pernah meminta padamu bukan?’.
Ayah:
“Tidak Anakku, sekarang kau ingin meminta apa padaku? Katakan saja, akan ku kabulkan permintaanmu, tak perlu kau ragu. Katakan saja.”
Anak:
Ayah, ak berjanji padamu, tahun ini ak akan naik kelas dengan peringkat I, tapi berjanjilah ayah, jika ak menjadi juara 1, Ayah akan mengabulkan permintaanku’
Ayah:
Sebut saja anakku, apa permintaanmu. Akan ku kabulkan. Kau bisa pegang kata – kataku.
Anak:
Baiklah Ayah. Ak ingin Ayah belikan ak sebuah mobil baru jika ak menjadi juara 1. bagaimana Ayah??
Ayah:
Baiklah anakku. Kau bisa pegang janjiku. Akan ku belikan mobil itu untukmu.

Maka sejak itu, si anak begitu semangat belajar untuk meraih juara 1. waktu bermain dikuranginya. Ia benar2 fokus ingin menjadi juara. Si Ayah tau ia pasti juara 1 melihat kegigihan anaknya. Dan ia tersenyum puas.
Sehingga tibalah saatnya si anak mendapatkan hasil seperti yang diinginkannya. Meraih juara 1. buru – burulah ia pulang untuk mengambil hadiah yang seperti dijanjikan Ayahnya. Sesampainya di rumah, terdapatlah sebuah bungkusan bertuliskan ‘Untuk Anakku’. Ia langsung membukanya.
Betapa kecewanya dirinya saat dia membuka kadonya ternyata hanya Al – Quran yang ia dapat. Serta merta ia campakkan Al – Quran itu dan menemui ayahnya.

Anak :
Ak sungguh kecewa padamu Ayah, mulai saat ini ak akan pergi meninggalkan dirimu.

Si anak pergi tanpa sempat mendengar penjelasan sang Ayah. Ia pun berjuang keras untuk hidup. Tak sedikitpun ia mau tahu tentang ayahnya. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, si anak juga mengalami sukses yang luar biasa. Hingga suatu ketika, ia menerima kabar bahwa Ayahnya meninggal dunia.

Maka terkejutlah ia, dan pergilah ia kembali kerumah yang telah belasan tahun ia tinggalkan. Ternyata kado pemberian ayahnya masih ada di sebuah lemari. Bergetar ia membuka Al-Quran yang pernah ia campakkan.
Di dalam Al – Quran itu tertempel sebuah amplop yang berisi kunci mobil yang selama ini ia idamkan dan sebuah pesan singkat.
“Untuk anakku, Selamat nak, kau telah menepati janjimu untuk berhasil, ak pun menepati janjiku padamu. Kunci mobil ini adalah jalan untuk kau menikmati dunia, dan Al-Quran ini akan membantu mu untuk menemukan jalan menghadapi kehidupan akhir kelak’
Dari Ayah yang sangat menyayangimu.

Tak ada lagi yang bisa dilakukan si anak selain butir2 air mata penyesalan yang tak terucapkan…….




33 komentar:

rismaka mengatakan...

Owh... sungguh cerita yang mengharukan. Mengajarkan kita akan sebuah nilai agar jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.

Salam kenal Kak ega. Terima kasih udah berkenan berkunjung ke blog jelek saya.

Owh iya. menanggapi komentar kak ega di blog saya ttg blog kak ega, saya mau tulis beberapa poin. Semoga ga keberatan :)

1. Secara tampilan, blog kak ega sederhana. Dan saya suka sedrhana, karena ga ribet.
2. Lebih berasa personal banget. Dan itu sah-sah saja utk sebuah blog.
3. Saat saya pertama kali membukanya, yg tampil adalah konten (isi tulisan) dulu, kemudian baru sidebar (yg penuh widget2 ga jelas itu..). Ini bagus, karena pengunjung memang butuh isi tulisan daripada sidebar.
4. Yang agak mengganggu secara penglihatan adalah warna dari shoutmix. Bagi saya warna hijau terang seperti itu dapat membuat mata sakit. Sebaiknya warnanya diganti menjadi lebih lembut.
5. Yang memberatkan dari sisi performa adalah widget "pengikut blog", slide share, dan widget jam dinding. Jika ga bermanfaat banget, sebaiknya disingkirkan.
6. Secara keseluruhan blog ini tidak mengecewakan kok. :)

Gitu aja kak ega... Kak ega... :) (padahal kita seangkatan)

yanuar catur rastafara mengatakan...

ternyata,,di balik al quran yang di berikan ayahnya ada kuci mobil
huhhh sungguh kisah yang gmnnnnn ya??
asik dech pokoknya
ada sesuatu yang tak terlihat

japraxxx mengatakan...

mmmmm..nice story...
maksih dh berbagi pgalamn hidup..

JengSri mengatakan...

hmmm...penyesalan selalu datenya belakangan ya kak ega?

Newsoul mengatakan...

Cerita yang menyentuh ga. Nice posting. Kok dulu saya gak dikasih hadiah sperti itu ya sm ortu saya, hehe.

Henny Y.Caprestya mengatakan...

hiks..kak ega
pagi-pagi udah sukses membuat henny menitikkan air mata
hiks..kaka ega tegaaaaaa!!!

above all, bagus kok cerpennya

reni mengatakan...

Duh.., ceritanya menyentuh sekali.
Penyesalan selalu saja datang terlambat.
Smoga kita tak mengalaminya...

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

ya ampun tragis bgt jadinya.. udah dulu kak aku mo cek isi al-quranku

isti mengatakan...

Ayah yang bijak. Tidak hanya memberi materi pada anaknya tapi memberkan tuntutan hidup..Jadi kangen sama ayahku hiks...

mocca_chi mengatakan...

karakter sang anak mbak, kok tiba tiba berubah gitu.padahal awalnya diceirtakan abhwa ia tidak pernah meminta apapun,

aku ga setuju dengan pengalihan karakter itu >.<

Cak Win mengatakan...

Hmmm dalem critanya :D

vie_three mengatakan...

astaghfirullah.... ternyata kuncinya ada di dalam al-qur'an ntu..... coba kalau si anak gak marah duluan.....

@moccaC-hi: halah nchi ini protes ajah ceritanya..... hwehehehehehe

Sari Maniez mengatakan...

Aku pernah baca kisah tersebut di milist, tapi tetep aja masih bikin haru bacanya.

YolizZ mengatakan...

ceritanya menyentuh banget kak.. hikz..

sayang yah saat si anak udah tau,,eh ayahnya udah keburu meninggal..

attayaya mengatakan...

subhanallah...

ADVINTRO mengatakan...

tahu gak? aku sampe berkaca-kaca ingat bapakku

faizz mengatakan...

bisu.....

izoel mengatakan...

duuuh... (buru2 dihapus, ku takut ada yg liat kl hmpir nangis)......

jadi inget judul lagunya ronan kiting "if tomorrow never comes"

1 pesan yg diambil dr judul lagu itu & cerita kak Ega..

"jika hari esok tak pernah hadir", maka lakukan semua hari ini, jgn patahkan permintaan & pemberian ortu, krn mungkin itu adlh permintaan & pemberian terakhir darinya...saat kita masih bisa sentuh pipi ayah/ibu, sentuhlah dia, cium dia, peluk dia, krna sesungguhnya kita akan kehilangan dia......

Mksh krn scra tak lgsg tlh igtkanku pd ortuku...

J O N K mengatakan...

wah, saatnya jangan terlalu ngejar2 dunia nih.

sef kak :)

orang tua emang selalu tau apa yang terbaik buat anaknya ...

bunga raya mengatakan...

malam minggu kawan kawan pergi ma cewenya saya malah blog walking habisnya ga p cwe sih hiks........salam kenal aja

Dunia PolarR mengatakan...

hufft....bs d bilang durhaka ndak yahh, tu anak??

IjoPunkJUtee mengatakan...

Penyesalan selalu datang belakangan..., tapi inilah hidup, segala sesuatu terasa berharga saat ia telah tiada, waktu menumbhkan rindu tatkala sudah berlalu.....

Meski tak sampai menangis, namun kisah ini benar2 membuatku terharu....

dwina mengatakan...

cerita yang menarik kak
kalo kita langsung nuduh tanpa usul periksa jadinya missunderstanding yah


ngebaca komennya rismaka: setuju ma Ris, blog ini cakep dan akan lbh cakep lagi kalau warna di shoutboxnya di ganti dngn yg lebih lembut

suwung mengatakan...

kayaknya pernah baca ini dari email kawan setahun yang lalu deh
tidak ada sumber penulisan?
atau jangan jangan email setahun yang lalu dapat dari sini?

Lala mengatakan...

Ceritanya haru, tapi sarat makna...

Yudie mengatakan...

woooww.... cerita penuh makna... bener2 cerita yang membuka hati untuk menerima setiap pemberian orang lain dengan terbuka dan bahagia, bukan karena harga yang terlihat, tapi makna yg terkandung.

Penikmat Buku mengatakan...

renungannya yang indah...pelajaran menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tampak sekali dari tulisan ini

sendal jepit paling ganteng mengatakan...

maap telat ni ngomonginnya net lagi lemot, ada award buat dikau, diambil ya,kalo udah punya simpen aja kalo belum punya : paajjjaaaang

chaliciousgealgeol mengatakan...

hem.. merinding saya membacanya.. :(
ya begitu lah kalo kita selalu menuruti nafsu syaitan, bawaannya gak sabaran.

attayaya dan rusli zainal mengatakan...

ikutan KONTES SEO BERTUAH yuk
hadiahnya 6 juta
tapi ga bisa untuk beli mobil
mayan untuk beli Al-Qur'an
dan disumbangkan ke mesjid

Ravatar mengatakan...

Emang bener menyentuh mbak kisahnya. Jadi inget lagi, sering alpa membaca Al Qur'an dan menyelami isinya.

de jezze mengatakan...

Halo kak ega, aduh, bgus sekali crta.x jd terharu

eka wijayanti mengatakan...

Hhh... Terharu...

Poskan Komentar

makasi udah baca ceritanya kak ega.. please give ur comment and let me know who you are.. sekali lagi makasi kawan :)