Semalem baru aja flashback lagi sama masa lalu. Bermula dari abang ak yang minta bantuan buat nyelesain makalahnya tentang desentralisasi fiskal. Ingatan ak langsung ke skripsi yang pernah ak buat dulu. Trus langsung ngebongkar2 isi lemari. Skripsi ak kasiin ke dia, setelah selesai main di tinggal aja. Awalnya kesal, tapi berikutnya say thank you ma abangku. Kenapa ?? isi skripsi menggelitik naluri sentimentil ak. Bukan ke masalah fiscal yang ak bahas. Bukan. Tapi kata pengantar dan halaman persembahan yang ak buat untuk orang – orang yang ak sayang.
Ak termasuk mahasiswa ndablek yang buat kata pengantar seenak ak gak menggunakan tata bahasa yang diharuskan, dan ada 4 halaman. Edan, karena ak mikirnya mereka-mereka yang berarti harus hadir di sripsi ak.
Flashback dengan masa lalu, ternyata ak dikelilingi orang – orang yang luar biasa. Dskripsi itu ak benar-benar bersyukur dengan kehadiran mereka untuk ak. Sekarang ak ngerasa ak jarang bersyukur, hanya mengeluh dan mengeluh. Ngerasa tuntutan hidup terlalu banyak. Apa yang terjadi di sekelilingku sekarang tak sesuai dengan yang ak harapkan. Mulai ngerasa ak harus terlalu banyak kompromi sulit untuk idealis, mulai sibuk dengan pikiran – pikiranku sendiri sampai lupa dengan mereka yang selalu ada buat ak. Baru tersentak saat ada yang bilang ma ak : susah untuk cari kamu sekarang, kamu punya dunia km sendiri yang km bangun, pa ga lelah???
Sungguh lelah, tapi itu tuntutan hidup yang harus ak lewatin. Tapi kamu temanku, makasih untuk ngingetin ak lagi. Ak harus mulai belajar lagi untuk bersyukur atas apa yang ak punya terutama ak mau bersyukur atas mereka yang selalu ada untuk ak. Ak bersyukur karena mereka tak lelah dan tak pernah pergi dari ak. Bahkan ak bersyukur atas teguran – teguran hebat yang dikasi ke ak itu semata – mata karena mereka perduli.
Kalo boleh minjam kutipan lagunya Too phat feat Dian Sastro… ini ngewakilin isi hati ak:
Disaat waktu berhenti, kosong
Dimensi membutakan mata, memekakkan telinga
Lalu diri menjadi hampa
Saat paradigma dunia tak lagi digunakan
Untuk menerka
Sadarku akan hadirMu mematahkan sendi – sendi
Yang biasanya tegak berdiri
Sujudku pun tak akan memuaskan diriku
Untuk haturkan sembuh ke dalam kalbu
Adapun ku sembahkan Syukur padaMu ya Allah
Untuk nama, harta, dan keluarga yang mencinta
Dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
Alhamdulillah pilihan dan kesempatan
Yang membuat hamba mengerti lebih baik makna diri
Semuanya lebih berarti bila dihayati
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Syukur
Jumat, April 17, 2009
by
kak_ega_punya cerita
di
Jumat, April 17, 2009


- Two clicks for more privacy: The Facebook Like button will be enabled once you click here. Activating the button already sends data to Facebook – see i.not connected to Facebook
- Two clicks for more privacy: The Google+ button will be enabled once you click here. Activating the button already sends data to Google – see i.not connected to Google+
- Two clicks for more privacy: The Tweet this button will be enabled once you click here. Activating the button already sends data to Twitter – see i.not connected to Twitter
Tags
My life
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
wah memang tampa disadari banyak kenikmatan Tuhan yang belum kita syukur , saatnya bersukur ka :)
BalasHapuseh saya udah punya ebook LUPUS hohoho, baru baca 2 judul. Yang tragedi Sinemata, dan Topi-topi CENTIl , hahaha mantap abis, yang lainnya segera di donlot .
Jadi inget surah ar-Rahman....(13,dst)
BalasHapusLagu emang keren kak
@jonk: lupus keren banget ya.....
BalasHapusKita memang harus bersyukur akan nikmatNYA, benar kata Kak_ega
BalasHapusSyukur alhamdulillah, karena sampai saat ini saya masih bisa melewati masalah saya.
BalasHapusmemang tak ada hal yang dapat menenangkan hati selain rasa syukur kita...
BalasHapusSyuku ku ucapkan karena masih bisa memberi sedikit kbhagian bt org lain...
BalasHapusBersyukur itu penting
BalasHapusHal kecil dan paling mudah yang sering kita lupakan adalah rasa bersyukur ini...
BalasHapusApapun yang menimpa kita, baik itu yang dialami oleh keluarga dan saudara-saudara kita ataupun pada diri kita sendiri, kita harus tetap bersyukur karena sampai detik ini pun kita masih diberi kehidupan.
Tuhan maha adil dan Dia tidak akan pernah melupakan kita meski apapun yang kita lakukan terhadap-Nya...
Seringkali kita menggerutu kepada-Nya hanya karena masalah sepele tapi apakah Dia pernah menggerutu kepada kita...
Sedikitpun Dia tak pernah mengecewakan kita, karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kita...
Jadi sebesar apapun cobaan yang Dia berikan jangan lupa untuk tetap bersyukur kepada-Nya, karena aku yakin dibalik semua itu Dia pasti punya rencana yang indah untuk kita, Amiiiiiiiiinnnn....!!!!
yaaa.. begitulah kita gag bisa lepas dari masa lalu dan harus disukuri semua nikmatnya...
BalasHapusSemangat jangan mengeluh terus.... hahahaha... MIRAS eh salah... HORAS....!!!!
hv anice day kak ega...
hufff.. mba.. blm bs brnafas lega nih.. tar sora ada yg msti aku krjakan. dan mmbutuhkan nafas pnjng.. doakn y, mba.. deg deg an aku.. hufff.. lagi - lagi.. :( maafkan mba baru bs brkunjung, sibuk bgt.. byk yg msti aku krjakan, niat brkunjungpun brkurang. :(
BalasHapusseparah2nya orang, kalo masih ingat Sang Maha Tinggi & mensyukuri apa yang telah diberikan olehNya, berarti dia termasuk hamba Allah yang baik... Apalagi mhsiswa bnyk godaannya, coz aku dulu prnh jd mhsiswa ( skrg dah tua nih..)
BalasHapusAlhamdulillah.. :)
BalasHapus