ROXANNE GENERATION

Kamis, September 21, 2023
Dear My Roxanne Generation...

Apa kabar? Ibu rindu. Kalian harus sehat, harus jaga diri. Ibu bingung mau darimana ibu mulai cerita ini. Harusnya Bulan Maret dan April adalah milik kalian, milik kita. Moment yang sebenarnya akan banyak tercipta, namun semua itu direnggut paksa tanpa kita bisa apa apa. 
Tapi ibu percaya, kalian adalah generasi hebat, generasi petarung yang bisa mengatasi semuanya. Sekarang kita dapat cobaan sama sama, tapi ibu yakin anak anak ibu dan kita semua akan mampu lewatin situasi yang tidak menyenangkan ini. 


Kiddos, hari ini ibu boleh ya mellow.. 
Serius nih, ibu habis aja liat video colorfun kita. Ibu jadi sangaaaaaat rindu kalian semua. Wajah wajah didalamnya bahagia semua. Terima kasih. Ibu lega kalian bahagia di moment itu, kalian bahagia jadi bagian Keluarga Besar SMK Pembangunan Tanjungpinang.
Ibu ingin sekali kembali memeluk kalian.. ketemu salaman seperti biasanya kita.
Tapi, lagi lagi kondisinya tidak memungkinkan... 

Udah ah ga mau nangis lagi. Ibu hanya pengen cerita tentang generasi ini...
Lets start kiddos...

Roxanne Generation "Generasi yang bersinar", nama yang penuh pengharapan, ucapkan itu terus menerus maka akan jadi doa yang akan dikabulkan. Cerita tentang nama itu dibentuk di last minutes dengan omelan waka kesiswaan karena colorfun ga beres beres persiapannya. Ibu dan bu Herlina sampe bingung kenapa ga mulai mulai kerjanya. Kita tau kalian ingin mandiri tapi yang kalian lupa, kalian masih butuh bimbingan guru kalian yah walopun bawel dan ga nyaman buat kalian..

Berkali kali bu herlina dan ibu ga mau ikut campur, supaya ga berasa tua acaranya, supaya kekinian seperti yang kalian mau. Tapi akhirnya kita sama sama bisa buat acaranya jadi luar biasa. 
Ibu bangga sama panitia panitianya. Niat banget latihannya, pulang sekolah sampe sore, trus diomelin pula.

Hari itu kita sama sama menikmati acaranya sampai habis, tidak ada yg mau pulang duluan. Kita menikmati moment demi moment, sampe di malam hari jadi ajang kita buat refleksi diri. Ada yang berani minta maaf ke temennya karena pernah berantem, ada yang janji sama temennya kalo akan sama sama terus, genggaman tangan dan pelukan menjadi bahasa paling jelas bahwa kalian saling sayang. 




Kita masih sedikit beruntung, kita masih ada colorfun ini. Jujur saja, ibu masih berharap ada keajaiban di bulan April ini semua membaik lalu kita bisa melaksanakan perpisahan, perpisahan yang termanis yang bisa dilakukan...

Tapi ibu capek berandai andai.. Jadi ibu mau ambil kesempatan ini untuk cerita moment ibu sama kalian....

Terima kasih ibu buat Tere, yang pernah buat ibu bangga karena pernah jadi paskibraka tingkat kota yang akhirnya memberikan ibu kesempatan untuk pernah hadir di pengukuhan  paskibraka. Tere ga tau betapa ibu menahan air mata bangga saat itu, itu pengalaman pertama ibu. Terima kasih sayang....By the way, Ibu ga akan lupa omongan kamu yang bikin kaget di perpustakaan. Sssssst..... hahaha







Terima kasih Kevin dan Windi. Dua pimpinan Pramuka kebanggaan. Kalian pradana putra dan putri terbaik yang ibu punya. Windi yang sangat peduli dengan teman temannya. Ibu tau waktu itu kamu lelah, tapi ibu juga lihat semangat luar biasa kamu.
Kevin yang selalu jadi teman diskusi ibu tentang pramuka. Maaf ibu tidak banyak memberikan apa yang kamu harapkan untuk pramuka. Terima kasih untuk dedikasinya vin. Ibu akan merindukan saat kita ngobrol di ruangan ibu. Siswa yang paling sering ada diruangan ibu. Kamu menenangkan ibu Vin..



Al-azhar Club hehehe (Bowo, Yudha, Adil,  Cintia, Ayu dan Anggi), Kalian tantangan berat ibu, ibu tau tidak mudah buat kalian untuk menyesuaikan diri. Berkali kali bermasalah, tapi tidak ada kata kata melawan dari kalian, yah walopun bu Herlina sampe bilang kalian anak anak istimewa saking keselnya hehe,  Tapi berkat Yudha, Adil dan Bowo, akhirnya kita bisa ada Futsal Team dan Yeaaay kita Juara II Turnamen. Terima kasih untuk semangat pantang menyerah dan motivasinya di grup futsal Yudha, Adil dan Bowo. Akhirnya kita angkat Piala.





Ibu akan kangen sama Siska, yang selalu sopan kalau Whatsapp, yang selalu ingatin buat makan siang malam buat ibu. Yang datangin ibu untuk belajar nyanyi (padahal ibu ga bisa nyanyi sama sekali Siska)


Ada Wesly yang mantan ketua osis, yang anaknya ga mau ribet, tapi peduli sekali sama sekolah, yang punya bakat di musik, yang kalo ngomong langsung to the point. Selamat kuliah wes, ga semudah yang dibayangkan, tapi juga sangat menyenangkan.




12 Pemasaran 1 dengan suara riuhnya. Hari Jumat menjadi menyenangkan buat ibu, mengajar di kelas 12 PM 1 selalu happy, seingat ibu, tidak pernah marah di kelas ini karena semuanya welcome sama ibu. Ributnya luar biasa, tapi juga peduli sama pelajarannya. Eh tapi pernah kok dihukum karena pulang duluan ga pake pamit...
Kangen ngajar, kalo yang terlambat masuk kelas harus dance dulu, dan kelas ini malah ga ada malunya, jadi ajang dance dan bentuk boyband dsitu...



12 Pemasaran 2, hem....yang ibu ingat sama riuhnya. Jadi ingat Aldo nyanyi Indonesia Raya di mimbar, dan teman teman kelasnya jadi penonton. Kena hukum, tapi happy itu 12 PM 2. Pernah minta izin mau pulang karena udah ga ada jam. Tapi yang keluar dari mulut kelas ini : "Ibu mau ada tambahan jam ga? boleh masuk kelas kami". Sungguh sandiwara itu sangat terbaca anak anakku hahaha.. 



12 Akuntansi 1 dan 2, jujur ibu tidak punya moment khusus mengajar di kelas ini. Tapi, 2 kelas ini sangat menyenangkan saat Moment Ujian Praktik Bahasa Inggris dan Seni Budaya. Persiapan yang luar biasa, Mulai dari Drama Cinderella, Snow White sampai Lutung Kasarung. Ibu betah nontonnya. Dan untuk pertama kalinya, kita ujian sampai malam hari. Kalian senang, Ibu jantungan liat jam, takut datang orang tua kalian yang protes anaknya ga balik balik. 






Jihan dan Anthony, Terima kasih moment LKSnya. Belajar sampai tengah malam, capek, kesel jadi satu, tapi perjalanan bersama kalian sangat menyenangkan. Saling support, saling peduli dan saling sebel juga kita sama jurinya #eh 




Yang tak terlupakan, Basket Team A...Ibu akan selalu ingat  moment ini. SMANSA CUP the best moment buat anak basket, kita sedekat itu, sekompak itu, saling kasi semangat, bahkan ibu sanggup panas panasan demi nemanin kalian latihan. Anak anak basket ini berasa jadi bodyguard saya.. Kalo datang rombongan, ah jadi mellow lagi....





Ibu bakal kangen sama Eja, si penyuka oren, sama dengan ibu. Tampak ceria tapi banyak menyembunyikan cerita, yang selalu kasi semangat dengan kalimatnya yang manis, tapi sulit terbuka sama ibu. Apapun jalan yang nantinya Eja pilih, ibu selalu ada buat Eja.




Kangen sama Anok, si pembawa suasana jadi lebih baik, yang bisa membaur ke siapa aja. Kalo ada Anok, tawa akan selalu ada, semenyenangkan itu anaknya. Sangat tanggung jawab, apalagi kalo urusannya dengan Drumband. Beuuuuh tegas abis. Kalo ngomong ucapan refleknya keren, bisa cepet gitu... Semoga one day kita bisa sama sama nonton konser Beyonce dan nyanyi hello bareng ya Nok...




Sepupuan tapi rasanya seperti anak kembar. Ibu bakal kangen sama Jac dan Vidi. Roxanne keren karena ada Jac si pembuat koreo nya. Jadi asik banget. Yang bela belain balik lagi main basket demi pemba cup, tapi maaf ya jac ga sesuai harapan kita.  Vidy, anak yang asik. Ga akan pernah lupa kalo dia suka ngomong "Nah ini baru best". Tanggung jawab banget. Sopan dan gaya basket kamu paling asik. Mereka tuh ibaratnya obat, ya jadi obat penenang, bikin cair suasana, santai kaya dipantai, ikut arus tapi ga menenggelamkan diri...







Ari si aktor utama di film colorfun. Ah bakal kangen sama manjanya kamu Nak. Kangen sama masakan kamu, konyolnya kamu, curhatan yang berjam jam. Jadi ingat ibunya ga boleh makan pas dia curhat. "Minum aja bu, buat nahan laparnya". Tampak selalu ceria, tapi matanya ga bisa bohong kalau lagi sedih. One day, semoga apa yang Ari pengen semuanya bisa terwujud. Ibu sayang.




Ada Leo yang omongannya suka bikin kaget, yang suka telat tapi dia yang protes, ya ga bisa debat sama ibunya cuma pasrah bilang "ah ya udah lah ya bu", tapi cuma dia yang berani bilang sama ibunya "SOMBONG AMAT". Padahal ibunya cuma bilang udah beli bola basket baru tapi iya juga sih nyebutin harganya hahaha...





The Trouble Maker hahaha (Banafaz, Velisa, Bruce lee) + Febtri , Entah berapa kali kalian hadir di kantor dengan berbagai masalah, dari kelas X sampe XII hahaha, tapi lucunya semarah apapun kami dengan kalian, tak ada melawan, tetap dengar walo abis itu buat lagi. Bakal kangen nak, semoga persahabatan yg penuh gejolak itu tetap bertahan.

Nova Natasha, Anak comelnya ibu. Saat lihat anak ini pertama kali, Ibunya langsung jatuh sayang. Comel banget, tapi keras hati. Beberapa kali bermasalah, tapi ibunya ga pernah bisa marah. Susah sekali untuk marah.
Makin kelas 12 makin deket, makin sedih ibunya tu mau pisah. Malam colorfun tiba tiba datangin dan meluk ibu, hem ibu pun sedih, tapi ibu tau dan yakin kamu bakal baik baik aja nanti. Baik baik ya comel, kejar mimpinya, kamu bisa anakku.



dan Ermanto, kesayangan. Yang enak diajak ngobrol. Pendengar yang baik, yang punya mimpi besar, yang ibu yakin kamu bisa dapat mimpi itu. Yang bisa jadi ermanto yang beda kalo udah di lapangan basket. Maaf pemba cup kita belum bisa terlaksana. Ngobrol tentang stand up yang menyenangkan, tentang film filmnya Ernest, quote2 motivasi. Semangat untuk berpetualang di tempat yang lebih besar, Susah? Iya banget tapi pasti menyenangkan.


Moment colorfun mungkin moment yang bisa diberikan terakhir pada kalian semua, tapi kalian perlu ingat, nanti,
Pada saat taun taun kedepan, saat kalian lihat poster di jalan acara color run, kalian bisa bilang "aku udah pernah sama anak2 roxanne", 
Saat kalian lihat anak anak dance, aku juga udah pernah sama anak2 roxanne
Saat kalian malas acara tahun baru karena kecapekan kerja, kuliah lalu lihat kembang api, kalian bisa bilang, aku udah pernah sama anak anak roxanne

Maka simpanlah moment itu erat erat, simpul yang kuat, karena bila kalian nanti lelah dalam mengejar mimpi, kalian bisa buka kembali dan tarik napas dalam dalam sambil bilang "ada 110 anak yang mengejar mimpi bersama"

Dan terakhir anak anakku, kalian adalah Generasi yang akan bersinar dengan cara kalian masing masing. Jadilah diri sendiri, dan bisa jadi peneduh buat orang banyak. Sampai ketemu di lain waktu, jangan segan untuk mampir, SMK Pembangunan rumah kalian......
dan Ibu akan menunggu. Ibu sayang. 




Read more ...

2023

Selasa, Januari 17, 2023
Hey, 2023, just be nice.. 

Januari baru saja masuk, baru setengah bulan, but hit me up tentang hidup aku selanjutnya bakal jadi kaya gimana.. Bermula dari mendapat kabar tentang anak temen yang meninggal, usia muda, sukses. Pada akhirnya semuda apapun, sesukses bagaimanapun, Kalau perjanjian sama sang Khalik yang bilang ini end the day of your life, ya udah selesai. Kesedihan akan masih ada di keluarga, postingan kenangan di story di hari itu, dan keesokannya sudah mulai menjalani hari hari sebagaimana biasanya dengan membawa sebak di dada. Hari berlalu, yang dulunya akan setiap hari berkunjung ke makam kemudian menjadi sebulan, dua bulan bahkan setahun sekali. Doa yang biasa dipanjatkan setiap sujud, kemudian jika teringat dan tak terburu buru kala sholat..

Lalu bagaimana kalau itu aku yang pergi? bukankah amal ini yang akan benar benar menolong? Doa doa dari mereka sedikit menjadi penolong. Namun yang benar benar bukankah apa yang telah kita perbuat?
Aku yang menjalani hidup dengan kadang memanusiakan pertama baru sang Penciptaku.. Apakah harus ada kepergian seseorang baru bisa memukul hati sampai ke dasar?
Tapi apapun itu, aku bersyukur masih diberi pemikiran untuk menjadi manusia lebih baik, memaknai kehilangan dengan benar. 

dan ya what of you goals in 2023.. Me? Allah First..

bakal berat, i am human, tapi usaha harus ada di kamusku, mendahulukan dia dari kepentingan manusiaku ini tidak mudah, but i will try.. semaksimalnya aku.. Bisa yuk bisa... 
Read more ...

2 jam paling mengerikan dalam hidup aku

Senin, Oktober 24, 2022
Hey dears.. Siapapun yang sekarang sedang membaca blogku.. jangan berhenti, tolong baca ini sampai selesai, semoga menjadi pelajaran untuk tidak bodoh seperti aku..

Dulu, saat aku melihat berita kekerasan dalam rumah tangga, disiksa pacar, sering dibentak dengan suara keras, aku pikir kenapa mereka bodoh sekali untuk tidak melawan? kalian punya tenaga kan? punya kekuatan untuk melakukan itu, kenapa diam?
Kalian akan tau saat ternyata kalian kemudian ada di posisi yang sama.

Hari itu, malam itu, aku sedang dalam kondisi mood yang sangat berantakan. Sampai kemudian aku melakukan kesalahan bodoh untuk minta "dia" menemani aku. Aku bilang di chat "aku sesak nafas, aku butuh keluar, tolong bantu aku".
Dan dia selama ini melakukannya, biasanya kita hanya keluar dan cerita cerita, hal hal bodoh yang menyenangkan, dan kemudian aku akan baik baik saja. 

Tapi hari itu dia menjadi pribadi yang berbeda. Selama dua jam perjalanan, "aku dihakimi". Dia mengungkapkan semua tentang yang dia ga suka, dia bilang dia udah mendam lama. Semua keburukanku dibeberkan dengan bahasa kasar dan suara yang keras. Berkali kali aku memohon untuk tidak kasar, untuk tidak jahat, untuk tidak keras. Namun dia acuhkan. 

Dia mungkin saat itu untuk berusaha tidak memukulku. Dia hentikan mobil dan keluar dari mobil. Harusnya saat itu aku pergi, namun aku hanya bisa "ngefreeze". Membatu. Setiap kata demi kata dari mulutnya menjadi sangat menyakitkan, dan aku hanya bisa diam. Beberapa kali aku mencoba menjawab, dan yang aku dengar darinya cuma "DIAM", dan dia sampai memukul setir mobil. 

Laki laki ini, bukan pasanganku. Dia laki laki yang aku cintai, laki laki baik yang selalu ada. DULU. Aku si bodoh yang mencintai tanpa berbalas, namun masih selalu menggantungkan harapan pada dirinya. Dia menyebutkan dengan sangat jelas kalimat itu. "Seharusnya ga perlu nyatain". 
Aku menyatakan dulu, karena aku harus ada alasan untuk pergi, untuk menyembuhkan luka.
Kemudian aku balik bertanya "Kenapa harus datang lagi, saat aku bisa pergi?". Enteng sekali dia menjawab "tidak ada alasan". 
Selanjutnya yang aku ingat hanya percakapan hal hal jelek tentang aku, tanpa bisa aku membela diri. Aku bahkan tidak punya kekuatan untuk itu.
Yang aku tau saat itu aku cuma memohon untuk "tidak jahat dan suaranya jangan keras".

Sampai akhirnya aku bilang pulang. 10 km perjalanan pulang aku hanya diam, menoleh ke kiri untuk tidak melihat wajahnya. Suaranya melembut. Namun dipikiranku, aku berada di neraka. 
Saat sampai, aku keluar, menutup pintu, dan jujur saja, aku kaget saat pintu itu terasa kaya dibanting, padahal aku tidak sengaja untuk itu. Dan dia kembali berteriak "Retak kaca mobil ini". 
Aku bilang aku ga banting. Kembali dia berteriak "Iya aku bodoh sampe ga bisa bedain". Aku bilang ya udah aku ganti. 

Sampai aja di rumah, aku cuma bisa nangis, dan dia datang mengembalikan kunci mobil ke iparku. Saat iparku bertanya, kaca mobilnya retak? Dia bisa dengan manis dan cengengesan bilang "ngga kok, becanda aja tadi". Aku cuma melongo. Kenapa ada orang kaya gini, yang jelas jelas dia teriak dengan suara kerasnya dengan muka marahnya namun bisa senyum manis bilang itu bercanda. Ini bukan manusia sih yang aku hadapin. 

Aku lemes selemes2nya. Aku ga pernah dikasarin selama ini. Semua yang ada di sekelilingku berkata baik, tidak pernah dibentak, apalagi diteriakin. Kalian bisa bayangin 2 jam di dalam mobil, bukan ketenangan yang aku dapat, tapi hinaan demi hinaan. Bayangan suara kerasnya selalu mengusik pikiranku yang kemudian membuat aku "lupa bernafas". Aku ingat dengan jelas aku pingsan. Pikiranku berkata "Ayo ga bangun". Namun mataku tidak bisa membuka dan aku sulit bernafas. 
Sampai kemudian aku dibantu kakakku untuk pelan pelan bernafas. 

Besoknya aku fikir aku sudah baik baik saja. Namun nyatanya keadaan tidak berubah, aku kembali "lupa bernafas". Kali ini bahkan lebih lama. 
Selama dua hari ini aku istirahat total di rumah memikirkan semua tentang hidupku. 

Kenapa aku jadi begini?
Well, aku harus sayang diriku. Harus peduli sama diriku. Bergantung hanya pada diriku. 
Kejadian ini tidak akan aku lupa. Jauh dari hidupnya harus aku lakukan, bahkan harusnya dari 5 tahun yang lalu. 
Ayo Ega. Tuhanmu ada. Mengadu saja. Sembuhkan luka. 

Read more ...

Flashback!

Jumat, September 02, 2022
Hari ini beda dari biasanya, saat tadi lagi ga begitu banyak kerjaan, tiba tiba aja notif  wa masuk dengan kata andalan sahabat aku, "Egaaaaaa".. dan tiba tiba satu foto masuk, dan ya, foto 2 manusia paling berarti dalam hidup aku sedang bertemu. Mereka sahabatku, sahabat 21 tahunku. Dan mereka videocall, pembicaraan mengalir begitu saja, seolah tak pernah ada jarak, padahal kita sedang ribuan kilometer jauhnya. 

Dua sahabat laki lakiku...
Dari mereka aku tau bagaimana harusnya laki laki bersikap. Dari mereka aku bisa bertahan di kota orang tanpa sanak saudara. Mereka sahabatku sekaligus juga familyku. Kata orang, persahabatan antar laki laki dan perempuan itu sulit, dan yeah aku mengakuinya. Sulit untuk tidak tumbuh perasaan sayang berlebih, pastilah ada rasa cemburu sana sini, tapi rasa ini istimewa, karena kami tidak saling menyembunyikan, kami sama sama melaluinya, menormalkan apa yang kita rasakan itu wajar wajar saja. 

Standar laki laki yang aku cintai ada di mereka, standar persahabatanku pun ada di mereka. 
Aku, anak cewek 19 tahun saat itu, bukan anak gaul, bukan perempuan cantik, tapi diperlakukan luar biasa oleh mereka, disayang sekali. Bahkan sampai 21 tahun kemudian. 
Mereka tidak akan pernah membiarkan aku sendiri. Aku yang selalu dicari kala lelah menyerang, kala bahagia menghampiri. Mereka dengan cara mereka mampu membuat aku merasa dengan mereka semua cukup.

Standar laki laki yang memperlakukan perempuan dengan baik, yang memiliki skala prioritas untuk orang yang disayang, yang selalu punya jawaban di setiap pertanyaan, yang memiliki tujuan dalam hidup. 
Standar persahabatan yang selalu ada untuk sahabatnya, yang tidak membenarkan kesalahan, menertawakan masalah bersama lalu kemudian cari solusinya, yang quality bukan quantity. 
Aku yang selalu sampai saat ini berani menyatakan mereka adalah "top 5 my favourite person in my life"

Moment yang tak pernah akan aku lupa saat akhirnya aku harus berpisah dengan mereka karena harus kembali ke daerah asalku, Pelukan hangat, Usapan lembut di kepala, tatapan mata yang penuh sayang hari itu aku dapatkan, saat itu aku berpikir mungkin itu untuk terakhir kalinya karena semua akan berubah. 

Namun, bertahun kemudian, kala aku punya kesempatan bertemu lagi, pelukan hangat, usapan dan tatapan itu masih aku dapatkan, tidak berubah sedikitpun. 
Mereka masih yang selalu aku hubungi kala aku merasa hidup ini berat sekali. Saat bapak dan mama ngga ada, mereka yang selalu ada. 

Aku bahkan sangat ingat saat bapak ga ada, salah satu dari mereka sedang ada di luar negeri. Kalimat yang keluar darinya adalah "Ega, aku pulang ya, aku temenin". Tapi persahabatan kita tidak seegois itu, aku bilang jangan. Doakan saja. Yakinkan aku dari jauh kalau kamu ada buat aku. Dan setiap malam kamu menghubungi aku untuk tetap ada buat aku. 
Saat Mama ga ada dan itu dekat dengan lebaran, kalian tau apa yang aku butuhkan, telepon pertama di hari lebaran, bukan kalian yang hadir, tapi mama papa kalian yang nemenin aku, seolah olah hari itu kalian pinjamkan orangtua kalian untuk aku. 

Hari ini, kembali kalian menghubungi aku, tadi, tanpa pelukan hangat, usapan kepala, namun tatapan mata penuh sayang itu masih milik aku. Terima kasih untuk semua hari, penerimaan untuk semua kekurangan, dan cara meyakinkan bahwa kalian selalu ada. Tuhan, aku sayang sekali sama mereka berdua ini. Beri mereka bahagia. Itu sudah cukup. 
Read more ...

A Day in my Life - part 1 - Me time!!

Rabu, Agustus 03, 2022
Holaaaaa... 

Sabtu kemarin, iya di 30 Juli, almost the end of July, saya ngerasa udah lama banget ga me time yang bener bener me time... So, pas bangun, off course saat weekend itu bangun siang adalah habitkuuuu... hahaha.. jam 10.30 udah siap siap mau spending all day with meee!! yeaaahhh..

Kepikiran ni, sebagai kaum yang ga bisa bawa motor (mengsedih!!), kayanya udah lama banget deh ga naik angkot, karena sama sekali ga keburu buru sama waktu, saya mutusin buat naik angkot, dan yaaaaa.. gagal!! udah 15 menit nungguin angkot ga lewat lewat dan akhirnya mutusin buat naik gojek lagii.. gojek is saver!

Tempat pertama, pasar!, Udah lama banget ga jalan jalan kesini, ya tergerus dengan kesibukan, dan online shop. Pasar tampilannya masih sama dengan yang dulu dulu hanya saja sekarang dibuat lebih rapi dicat warna warni (kebijakan yang menurut saya udah ngga up to date lagi??)), tapi ya oke laaa untuk sementara waktu. 

Jadi di Pasar rencananya mau cetak foto buat nanti saya buat scrappbooknya.. By the way ini hobby baru saya, cukup membuat healing.. bisa duduk berjam jam buat ngedesign scrappbook ini. Nanti, akan saya buat khusus tentang scrappbook di blog ini. 
Nah, balik lagi cetak foto, ternyata MAHAL. 1 foto Rp. 3000 untuk ukuran dompet atau ala2 polaroid gitu, sementara kalo saya pesan online hanya Rp. 800. Oke skip. 

Balik dari Pasar, saya mau makan enak, kali ini ditempat favourite saya, Ayam Geprek Tanjungpinang. Please guys, kalo kalian ke Tanjungpinang, harus banget makan disini. Tempatnya enak, makanannya SEMUA ENAK!!

Nah soal si angkot ini, masih belum nyerah, saya milih buat naik angkot. Dan selama perjalanan, jujur saya kurang menikmati, mungkin karena sudah terbiasa apa apa dengan bergegas, naik angkot saya merasa sangat membuang waktu. Yang biasanya saya tempuh dengan 15 menit, menjadi 45 menit. Tapi, karena saya sudah meyakinkan hati bahwa ini me time yang tidak terikat waktu, maka saya jalani saja. Sepanjang Perjalanan, saya bersama kakek kakek kebanyakan yang menaiki angkot. Dalam khayal ingatan, saya merasa mereka adalah laki laki dengan harga diri tingginya yang tidak lagi mampu mengendarai motor sendiri atau mobil sendiri tapi bertahan prinsip dengan tidak mau diantar dan memilih naik angkot dengan membawa harga dirinya dan dunia dalam genggamannya. 

Penampakan di angkot

Oke, sebelumnya saya sempat membeli jambu boll, yang rencananya ingin saya makan sambil naik angkot. Tapi, rasa rasanya kok ga sopan ya makan di angkot, akhirnya saya tidak makan. Haahahaha Ega, you are not teenager anymore, pleaseeeee... 

jambu boll yang ga kemakan di angkot hihi


Sesampainya di Ayam Geprek, saya mulai memesan makanan favourite saya, Ayam Sambal Pecak, Cireng, Emping plus Teh dingin tawar (yup, saya sangat menghindari konsumsi gula sekarang). Ini menu favourite saya. 
Kalau kalian ke sini, saya sarankan memesan ayam geprek mozarella + ekstra sambal pecak.. ini enak banget.. serius, ga pake bohong. 
Saya menikmati sekali makan siang saya hari itu, yang ga siang siang banget karena udah kepake 45 menit di angkot hihihi...

enak pake banget banget

see, ludes kaaaaaannn

Pulangnya, saya naik gojek, bukan ga mau naik angkot, tapi nunggunya bisa bikin laper lagi. Di rumah, saya istirahat karena malam saya mau malam mingguan. Yeaaay hahaha..
Malamnya, saya pergi di tempat yang cukup terkenal di Tanjungpinang, kalo orang dulu menyebut tempat ini dengan kata "akau", tapi kalau anak anak sekarang cenderung ke PSP. 
Well, disini semua makanan enak ada! Ramai sekali. Tapi karena sisa geprek masih ada di perut saya cuma makan gorengan seafood, saya lupa istilahnya tapi ini cemilan berat wajib kalau ke akau. 
                                     gorengan di akau, es gunungnya bukan punya saya,
                                                     tapi temen saya, saya mah es teh tawar!!

                                                       Suasana di akau

Saya ga lama disana mungkin sekitar 1 jam aja, sisanya saya ketempat full of human, and destinasi wajib keluarga kalo malam minggu. Iya, ke Tugu Sirih. Ini arena permainan dan jajanan yang sangat rame, dan actually ini Spot favourite saya sekarang. 

Biasanya saya main odong odongan mobil (Jangan ngejek dulu, cobain, seru!!!), tapi kali ini tidak, saya memilih untuk mewarnai totebag, dan ini ternyata sangat healing juga loh. Sesenang itu, sehappy itu, sedamai itu dan kaya punya dunia sendiri gitu. Kayanya bakal nagih deh! hahaha, yeaah, thats me, Ega, 38 tahun. 

                                                      Healing Murah


Pulang dari sana, saya langsung ke rumah, niatnya sih pengen nonton sampe pagi mumpung weekend, tapi ternyata tidak bisa seperti itu. Jiwa ini muda, badan ini jompo hahaha. Cuma cuci muka, pake skincare, jangan lupa pake parfum. One two three, turn off the lamp, and Sleep!!

Yeah, thats my weekend... Totally enjoy, and i hope you too guys.. 
Read more ...

Appreciation Post

Kamis, Juli 28, 2022
Dear Diri ini.. 

Untuk tetap bertahan dan jalani day by day dengan helaan nafas yang semakin berat, terima kasih ya. Kamu kuat loh.
Tak semua orang bisa seperti kamu. Up and down hidup udah kaya rollercoaster, tapi kamu tetap di rel nya, itu amazing loh, kamu hebat.
39 tahun, single, mama papa udah ga ada, kehidupanmu, kehidupan keluargamu, ada di pundakmu, dan kamu tidak membenci siapapun dengan keadaan ini. Kamu punya hati yang cukup lapang ternyata ya. 

Tapi, lagi lagi manusia itu kan tempatnya salah ya. Mengeluh pernah sesekali. Alih alih bertanya kenapa aku? sekarang doanya diganti. 
"Kuatkan saja pundakku Tuhan biar aku lebih bisa menopang semuanya".

Kemarin hati dan pikiran saling bicara. Ah bayangin deh udah selama ini kamu jalani hidupmu, lihat ke belakang sebentar, Dari sekolah dasar sampai kerja, kamu selalu kerja keras, kamu berprestasi sampe akhirnya ada di posisi ini. Terima kasih untuk badan dan pikiran serta hati yang mau kompromi untuk capai semua ini. 
Bayangin kalau kita kemaren tidak sepenuh hati memakai semua karunia ini? Kita bisa di depresi yang dalam banget pasti. 

Aku ingat saat hati paling sakit menerima kepergian, pikiranku berkata "Hey, orang yang pergi itu sudah di tangan yang tepat, kamu tinggal menengadahkan tanganmu, maka doamu bisa segera bertamu". 

Saat pikiran lelah dengan masa depan yang masih misteri, badan memaksakan diri untuk tetap kuat, hati mencari kesenangan sederhananya dengan secangkir kopi, seduh pelan pelan, hirup aromanya, lalu kemudian datang kalimat tepat "Apa yang kau takutkan? ada Allah"

Flashback kehidupan sesekali dilakukan untuk bisa bersyukur sudah ada disini. Tuhan kasih kesempatan mengecap pendidikan sempurna dari sekolah dasar sampe sarjana dengan sekolah unggulan, prestasi pula. Kerja di tempat yang menyenangkan, punya rekan kerja yang sefrekuensi, dan ada di posisi sekarang. 
Jadi, kalo kemudian ada sesuatu yang kurang, yang belum didapetin, iya iya iya jodoh, ya gapapa, udah sebanyak ini loh nikmatnya. Sabar ya, Doa aja terus, jadikan Tuhan yang pertama dulu. 

Tuhan yang paling tahu umatnya kan. Mungkin kataNya, kamu masih kuat sendiri. Toh kamu juga masih ga betah ngerjain hal hal rumah sampe sekarang, masih ngga bisa gendong bayi, sukanya langsung gede yang umurnya 3 taun, ga betah masak, ga betah ngobrol di rumah, saat masuk kamar dan kunci pintu kamu udah ada di dunia kamu sendiri yang kamu ga pengen orang lain ganggu. Jadi kita kaya biasanya ya, wait and see kedepannya kaya gimana. 

Jadi diri, jangan memaksakan hal hal yang membuatmu lelah. Lepaskan mereka yang tidak mau ada disampingmu, daripada saling menyakiti. Akan ada ganti yang lebih bisa melengkapimu, yang menerimamu, bukan dengan mereka yang terpaksa duduk bersamamu, dan tidak menaruh hatinya kala bicara denganmu. 

Belajar untuk merelakan ya, untuk menerima yang keinginanmu belum tentu yang terbaik untukmu.
Belajar untuk mensyukuri hal hal kecil dalam hidup ya, hari ini bisa makan indomie dengan cabe rawit yang pedes sambil nonton drama jepang itu menyenangkan sekali loh, disaat orang lain memohon waktu untuk bisa istirahat
Belajar lebih melihat diri kamu istimewa, diri kamu cukup. Dia yang meninggalkanmu karena memang tidak sefrekuensi saja, bukan karena kamu kurang. 
Belajar merendahkan diri pada kekuatan lebih besar, kalau lelah istirahat saja dulu, lalu katakan padaNya, "bantu aku Tuhan"
Belajar mengatakan kamu tidak sendiri, mereka mereka yang di sekitarmu mungkin bukan yang paling kamu harapkan tapi setiap kemungkinan terbuka untuk yang jadi paling membahagiakanmu nantinya. 

Jadi diri, sudah paham sekarangkan, hidupmu indah, hidupmu pernah menjadi impian hidup bagi orang lain. 

Terima kasih sekali lagi, ayo kita usaha lagi, kita cari bahagia kita, tapi yang paling penting, jadi orang baik, yang berempati pada orang lain, yang mau mendengar, ya, sama halnya kamu, kadang didengar saja sudah cukup. 
Read more ...

Happiest Birthhday Mommy!! Harusnya....

Selasa, Juli 19, 2022
Dear Mama.. tahun ini harusnya Mama umurnya 72 Tahun ya.. Hem, yuk kita berandai andai ya Ma.. Apa yang bakal Ega lakuin saat ulangtaun Mama kalo mama masih ada.. 
Ega bakal do something yang bakal buat Mama ngerasa spesial..
First.. Cake.. Ega lagi suka sukanya cake ice cream sama choux aucraqualine.. Ega yakin mama bakal suka, ega bakal pesen itu supaya bisa diabisin, terus ada tulisannya "Happy bday istri Pak Jali" biar mama happy.. Karena Mama milik semua orang rumah, Ega ga boleh egois, jadi ngerayainnya jam 4 sore kayanya Ma, ga ganggu mama tidur, itu jam enak makan kue.. 

Terus, Kado! Ega bakal beliin mama mukena paling cantik yang bakal mama pakai.. Sekarang sekarang mukena Turki lagi bagus bagusnya Ma.. Ega mo beliin warna ungu muda.. Mama pasti suka.. Beliin AlQuran dengan design sampulnya "Dedicated to my angel, Hj.Nurdiah.A.CH".. Tenang Ma, Ega beliin yang buat Lansia biar Mama bisa ngaji sepuasnya dan nyenengin karena hurufnya akan jelas..

Terus, kita cari waktu yang kita cuma berdua aja ya Ma.. Ega mau nginep sama Mama, di hotel yang paling bagus, kita bawa cemilan, kita cerita cerita, tapi kali ini bedanya kalau biasanya kita sholat bareng, Mama ngaji, ega main hape, kali ini Ega bakal ikut ngaji, Anak Mama sekarang ngajinya rajin Ma, karena Ega cuma punya Allah Ma.. 

Ega bakal cerita banyak sama Mama, dari yang happy sampe yang sesakit sakitnya.. Dan Mama kaya biasanya bakal bilang "Kakak tu kuat, dah disiapkan bapak kakak tu"..

Ma, tanpa Mama Ega masih bisa menikmati hidup kok, cuma ya itu, pulang ke rumah, selalu ada yang kosong, rasanya beda. 
Anak Mama masih dikelilingi orang orang baik, yang bisa menerima Ega apa adanya, hanya saja Ega semakin kesulitan melihat mana yang benar benar tulus. Adakalanya banyak juga yang datang karena hanya butuh. Tapi seperti kata Mama, Kakak harus tetap baik, tujuan hidup kita tu akhirat Kak. 

Mama bener, Ega sekarang lebih menggantungkan semua kehidupan Ega hanya sama Allah Ma, bergantung sama manusia tu sakit banget endingnya. Pernah ada kejadian bodoh, sampai Ega ngebayangin Mama bilang "Kaka ni bodoh kalipun". 

Anak Mama sampai sekarang masih sendiri, masih sayang dan cinta sama sudahlah tak usah kita bahas ya Ma, Mama tau kok, tapi ya itu udah nggak berharap apa apa. Udah tau dia ga mungkin sama Ega. Its okay Ma, kuat kuat kaya biasanya. 

Anak Mama lagi usaha terus jadi orang baik, berusaha menyenangkan orang orang di sekitar, yah walaupun ga mudah sama sekali, karena emosi tuh masih meledak ledak Ma, tapi Ega sayang sekali sama mereka Ma,  sebisa mungkin Ega bakal jaga mereka. 
Ega masih overthinking terus terusan, tidur selalu tengah malam, nangis tanpa alasan di kamar, tapi saat pintu kamar dibuka dan Ega melangkah, semua orang kenal Ega si penikmt hidup. Ega masih suka belanja sendirian, makan sendiri di keramaian, nonton sendirian, me time sekali. Tapi Ega ingin sekali sama Mama..

Rumah kita ga sama lah kaya dulu, Semua membawa dirinya masing masing. Tapi Ega tau saat ega butuh keluarga Ega, mereka ada di garda terdepan Ma. 

Mama, banyak pencapaian hidup Ega lebih baik saat Mama ga ada, dan Ega percaya itu bukti doa Mama dikabulkan Allah ya Ma.. 

Jadi planning ulangtaunnya gimana ni Ma? hahaha udah ga bisa lagi ya. Doa yang selalu bertamu, Rindu yang tak pernah habis, Lantunan AlQuran sebagai hadiah..
Ma, happiest bday ya!! Anak anak Mama bisa melanjutkan hidup, semoga sampai waktunya kita akan bertemu di surga Allah...

Terima kasih udah jadi Mama terhebat, penuh sabar untuk Ega, penerimaan segala macam ribetnya anak Mama, untuk semua kata kata positif yang jadi bekal Ega. Yup, jatuh sejatuh jatuhnya udah Ega alamin Ma, dan Ega kembali bisa berdiri tegak Ma, sehebat itu loh Mama bentuk Ega..
Ma, i love you. 

your daughter, Ega 

Read more ...

to you

Kamis, Januari 20, 2022
Ternyata gini rasanya saat mental dan harga diri dihancurkan.. sakitnya sampe ketulang2.. 
Luka lama yang dulu belum sembuh kemudian seperti ditetesin air garam, sakitnya luar biasa...
Nangis sejadi jadinya pun tidak mampu menyembuhkan, yang ada semakin memperparah keadaan.
Bagi sebagian orang ini mungkin berlebihan, tapi bisa apa saat aku bahkan tidak bisa mengontrol keadaan.
Kenapa harus orang terdekat yg nyakitin.. bahkan dulu aku bilang dia "orang baik"
Dia tiba tiba jadi manusia yang tidak aku kenal sebelumnya, orang yang dengan gampang memilih untuk nyakitin. tiba tiba jadi orang asing yang tak punya rasa belas kasihan.
Dia kemudian tiba tiba jadi makhluk paling egois untuk mengejar bahagianya dengan menginjak orang lain sampai orang tersebut sulit buat bangun.
Allah sayang sama aku, Allah tunjukkan seberapa nilainya orang ini. Namun tetap saja aku sedih, 5 bulan ga lama memang.. tapi dulu dia baik sekali, apa mungkin dia memakai topeng? Kalau memang iya, kasian sekali dia pengap di dalam topengnya.
Sekarang topeng itu sudah terbebas, hirup udara segar sebanyak2nya, lihat sekelilingmu.. andai saja dr awal kmu tidak memakai topeng, mungkin saja hari ini orang yg dulu ada buat kmu tidak sulit bernapas seperti ini..
Terima kasih makhluk perusak mental. Bahagialah supaya usahaku untuk bernapas benar tidak sia sia.. 


Read more ...

Bertahan, Ada AKU

Rabu, September 08, 2021
Bicara perihal kehilangan, aku telah ditinggalkan dua sosok terhebat dalam hidupku, sampai aku merasa aku tak takut lagi mengalami kehilangan, karena dua sosok ini pergi dari aku adalah hari paling kelam dalam hidupku. 


Diumurku 24 tahun, Bapak, lelaki hebatku, laki laki pertama yang aku cintai, pergi meninggalkan aku, 31 Desember 2007, membuat aku tak lagi peduli tentang perayaan tahun baru sejak saat itu.. 
2007 sudah cukup lama berlalu, tapi mengingatnya masih saja menimbulkan kerinduan yang luar biasa. Kadang aku malu kalau aku masih menangis saat mengingatnya. Apa aku secengeng itu? Apa aku terlalu sentimentil menghadapi kehilangan?



Tapi, beberapa hari yang lalu, aku melihat Podcast Deddy Corbuzier dengan Desta, berbicara tentang orangtuanya, dan dia masih menangis mengingatnya. Bahkan Bapaknya pergi ditahun 1997. 
Well, ternyata sedihku masih sangat wajar. 
Ingatan bahagia bersama Bapak membuat semuanya masih layak dikenang. 

Yang aku ingat, Bapak adalah sosok yang aku ingin dia bangga tentang aku. Semuanya adalah tentang pembuktian. 
Laki laki hebat ini membuat aku menjadi sosok yang menginginkan kesempurnaan disetiap pencapaianku. 
Aku tak bisa mengingat kapan Bapak memujiku cantik. Yang aku ingat Bapak selalu bilang "Kakak pintar". Aku bahkan masih mengingat jelas Bapak selalu memintaku untuk makan ikan karena katanya kalau makan Ikan buat aku makin pintar apalagi sampai makan kepalanya. Yah, sampai sekarang aku kalo makan ikan pasti sampai ke kepalanya. 

Aku bahkan berusaha selalu membuktikan kepada Bapak kalau aku pintar dengan aku selalu juara mulai dari SD, SMP, SMA bahkan aku masuk perguruan tinggi negeri tanpa test. 
Bapak adalah sosok ekspresif dalam mengungkapkan kebahagiaan, kebanggaannya padaku. Aku ingat sekali hari itu kelas 2 SMP saat aku menang lomba pidato, Bapak dengan bangga memelukku didepan banyak orang sambil mengusap kepalaku dan mencium keningku. 

Bapak dengan bangga bercerita kepada orang orang anaknya diterima di perguruan tinggi negeri. Aku suka saat berada di dekat Bapak saat bersama teman temannya. Bapak tak sungkan bercerita tentang aku didepan mereka. 

Yang aku ingat aku selalu ingin jadi anak kesayangannya, anak yang pintar. Kata Mamaku, sifatku banyak mirip Bapak, berani mengambil keputusan, perfeksionis, pintar ngomong, dan ekspresif. Yah, aku anak Bapak. Setidaknya itu yang selalu tertanam sampai dengan usiaku 24 Tahun. 

Kemudian, aku dikagetkan saat Bapak pergi. Aku fikir aku adalah sosok yang paling berduka. Tapi aku lupa, ada sosok belahan jiwanya yang sangat sakit saat Bapak pergi. Sosok yang "sedikit" terlupakan dalam mengejar mimpiku. Mama adalah orang yang paling hancur saat itu. Aku tersadar selama ini dalam usahaku untuk pembuktian kepada Bapak, sosok Mama adalah yang paling menemani dan membantuku, Mama sangat tau bagaimana gigihnya aku berusaha dan berusaha. 



Dengan Mama, aku tak perlu membuktikan apapun. Hari hari tanpa Bapak bersama Mama kemudian adalah hari hari dimana aku belajar bertahan. Bersama Mama aku diajarkan untuk bernafas lebih benar, untuk melihat hal hal kecil yang bisa menjadi kebahagiaan. Aku juga belajar untuk mengurangi ambisiku, lebih peka melihat sekelilingku. 

Mama itu yang selalu membawa aku lebih dekat pada sesuatu yang lebih berkuasa atas semuanya. Mama meyakinkan aku selalu percaya akan hebatnya kuasa Allah. 
"Kak, minta saja sama Allah". 
Aku banyak berdiskusi tentang Allah, tentang Islam. Wanita ini hebat sekali. 

Hebatnya Mama itu ya, aku rasa bagi semua anak sama. Saat kita terpuruk, sedih, melihat wajah Mama bisa jadi kekuatan baru untuk bisa ngelewatin semua.
Aku hanya dikasi Allah 13 tahun benar benar bersama Mama setelah Bapak pergi. Dua tahun terakhir sosok pahlawan ini sering sakit. Aku lebih banyak berperan sebagai anak yang kemudian mengatur hidupnya. "Ma, ga boleh makan ini, ga boleh kemana mana nanti capek". 

Mama, sosok yang tak pernah menghakimi. Aku tau tak mudah menjadi dirinya memiliki anak perempuan umur 37 Tahun namun belum menikah. Tapi kalian tau? sekalipun dia tak pernah memaksa, menyalahkan atau berusaha untuk mencarikan, apalagi sampai memintaku untuk mencari pendamping. Aku pernah bertanya soal itu padanya. 
Mama bilang "Kakak, kita serahkan saja sama Allah, Kakak saat ini bahagiakan? Itu udah cukup buat Mama". 

Bohong kalau dia tak ingin aku menikah. Tapi bisa sekali dia menyembunyikan sedihnya. Mama, hatinya terbuat dari apa coba...

Dan 2020 hit me to the bottom.. Surga aku pergi, dalam tidurnya. Aku tak melihatnya merintih sakit, dia pergi dengan tenang sekali. 

Aku fikir aku akan hancur tanpa Mama disisiku. Tapi Mama mewariskan hal yang paling luar biasa. Iman.
Itu yang kemudian menjadi kekuatanku. Allah ada sama aku. Maka aku tak kurang apapun. Masalah, kehilangan kehilangan berikutnya, membuat aku makin tak bisa dan tak akan pernah mau lepas dari Allah. Mama mengajarkan aku semakin aku berserah, semakin satu satu permasalahanku akan dibantu Allah. Sehebat itu Allah dimata Mama dan kemudian juga dimataku. 

Mama, Bapak, jadi anak yatim piatu itu ga ada enaknya sama sekali kan. Tapi kakak ga sedih lagi kok. Karena kakak yakin doa yang kakak panjatkan sama Allah itu sampai. Dan itu kita komunikasi kan jadinya. Jadi kaka ga ngerasa sendiri. Ada Allah. Kalau rindu tinggal bilang sama Allah, doa sama Allah. Udah paling lega udah. 

Mama, Bapak. Kakak bahagia. Terima kasih udah menjadikan kakak sampai sekarang seperti ini. Terima kasih mencukupkan kakak dengan cinta yang luar biasa, seberuntung itu kakak. Mama Bapak, Rindu ini tak akan pernah hilang, hanya saja sudah dalam bentuk Doa. 

Allah, ada buat aku terus ya...

Read more ...

Lost

Jumat, Agustus 06, 2021
Rasa lelah mengalahkan rasa sayang aku sama kamu...

Read more ...

Last Words and Goodbye...

Jumat, Juni 04, 2021
The Real Angkatan Corona adalah anak anak ini, ya anak anak di Tahun Pelajaran 2020/2021. Anak anak yang dipaksa untuk merasakan pembelajaran yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi pada mereka sebelumnya. Online, rebahan, online, rebahan selama 1 tahun lebih. Percayalah, semalas malasnya mereka belajar, saya yakin mereka akan lebih memilih untuk berada di sekolah. 
Tahun terakhir tanpa kompetisi apapun, tidak ada sorak sorai riuh di lapangan, entah itu main basket, kejar kejaran atau hukuman terlambat masuk. 
Selama satu tahun terakhir menulikan telinga dengan pertanyaan yang terus masuk "Ibu, kapan masuk?", "Ibu, kita ga ada colour fun ya?", "Ibu, kok ga buat perpisahan?".

Saya tau, mereka juga tau itu tidak mungkin. Tapi  disudut hati kecilnya, mereka menginginkan saya bisa melakukannya untuk mereka. Maaf anak anak ibu, kali ini ibu tidak bisa, bukan karena tidak mau.. 

Kemarin adalah hari pengumuman kelulusan untuk mereka. Tanpa tatap muka. Tidak melihat ekspresi mereka. Kelulusan yang berlalu begitu saja. Ada DM yang masuk ke instagram saya "Bu, izin coret coret ya" dengan kalimat selanjutnya untuk menahan amarah saya "Dirumah lien kok bu". 
Saya hanya membacanya. Tidak melarang juga tidak mengizinkan. 
Yang ada  dipikiran saya yang mellow saat itu anak anak ini ingin merasakan sama dengan tahun tahun sebelumnya. 
Saya membaca tentang berita kelulusan yang coret coret tahun ini dan komentar netizen "Alah angkatan Corona aja belagu". Bukan berarti saya membenarkan aksi coret coret ini. Mereka dikatakan belagu? Kalian tau tidak mudah bertahan dengan situasi seperti ini sebagai murid yang masih sangat butuh bimbingan. Mereka diminta membuat tugas dengan bimbingan seadanya dan tugas harus selesai. Mereka bisa bertahan saja cukup buat saya. 

Banyak rencana rencana saya untuk mereka yang tidak bisa saya wujudkan. Saya ingin buat tournament basket, GAGAL. Saya ingin buat colourfun di pantai, GAGAL. Saya ingin buat perpisahan dengan garden party "GAGAL". Saya ingin buat bazaar besar dengan gabungan bazaar ekskul "GAGAL". Padahal udah beli sound system bagus biar bazaar, perpisahan dan colourfun ga sewa sewa lagi, Alat itu duduk manis di ruangan belum digunakan....

Lantas hari ini saya berusaha mengingat wajah mereka lebih dalam, kenangan apa yang saya punya tentang mereka.. Sudah 2 taun terakhir saya selalu menulis tentang anak anak di hari terakhir mereka di sekolah...
Kali ini giliran mereka, maka here its goes....






Setiawan, Futsal Captain... Anak Juara di akademis tapi juga jago banget di olahraga. Untuk bisa balance kaya gitu ga gampang, tapi dia bisa. Dan satu lagi kelebihannya attitudenya bagus banget. Sopan, dan positive vibes. Selalu melihat dari sisi positif setiap kejadian. Sebenarnya dia ketua Osis, tapi ya karena Corona ini dia belum bisa berbuat banyak..




Elvina, Si sok tegar tapi cengeng. Punya ambisi yang meledak ledak tapi juga punya sisi egois yang tinggi kalo udah ngomongin basket. Pendekatan sama anak ini ga gampang, saya harus secara pribadi ngobrol berdua, dan well kalo udah gitu dia bakal dengerin dari A sampe Z. Saya ga pernah nyangka saya yang ditemuin saat dia lagi dalam kondisi down khas anak abege. 





Lien dan April, kenapa saya sandingin? ni udah kaya anak kembar kemana mana barengan, Semangat dalam belajar, setia kawan walo kadang agak gregetan karena setia kawannya agak berlebihan, semua temen mau dibantuin, kadang kelewatan manjain temen temennya... Tapi karena mereka saya jadi semangat buat ngasi bimbingan, ngerasa dibutuhkan..

Vian Ervina, si Juara Umum... Saya punya kenangan khusus sama anak ini saat dia ada di kelas X.. Saat itu saya agak keras karena dia harus ikut lomba tapi menurut saya persiapannya masih sangat kurang. Posisi saya saat itu lagi ada di Medan, saya bilang sama dia kalo mau ikut lomba bener, siap bimbingan sama saya dan pembimbingnya.. Anak ini mau belajar, lewat jarak jauh dia bimbingan dengan saya. Dan ya hasil sepadan dengan pengorbanan dia belajar, Juara di tangan...




Ratna... Ketua Pramuka.. Anak ini sebenernya sangat bertanggung jawab terhadap tugas yang dikasi, Saat pandemi ini, 1 kali saya kasi tugas ke dia untuk pelantikan bantara di sekolah. Hanya 1 kali dari sekian banyak moment yang seharusnya ada. Kegiatan ini pun saya paksakan ada, sangat sederhana, apa adanya, tapi Ratna bisa melaksanakan dengan baik dan berjalan rapi. Saya bayangkan kalau saja kondisi normal maka akan lebih hebat di tangan anak ini.. 

Si kembar, Abang dan Adek... Hubungan saya sama dua anak ini turun naik. Kadang seneng banget kadang sebel banget saking ni anak ada aja kelakuannya. Tapi sekolah butuh orang kaya mereka biar bisa rame.. Adek punya potensi yang luar biasa dibidang olahraga kalo aja dia mau serius banget. Begitu juga sama si Abang.. Kadang sisi potensial anak harus kita jeli kan liatnya. Darah tinggi saya naik sama dua anak ini saking seringnya telat ke sekolah dulu, tapi di setiap pertandingan olahraga nama dua anak ini ga pernah absen dan tertib... kesel kesel gimana gitu kan....




Pandemic merampas banyak hal dari saya untuk anak anak ini. Menghilangkan banyak moment yang seharusnya ada. Membuat salam perpisahan tidak ada sebagaimana mestinya. Melalui tulisan ini Ibu cuma mau bilang "Kalian adalah generasi yang terpilih, bertahan dengan kondisi yang serba tidak pasti"
Maaf kalo kehidupan sekolah ini terjadi sama kalian, untuk kenangan yang terbatas, untuk moment yang tak banyak membekas...

Namun hidup terus berjalan anak anakku, kedepannya akan banyak hal hal baru yang kalian hadapi. Maka teruslah semangat, jangan nyerah. Kalau lelah, duduklah sebentar, hilangkan penatmu, lalu bangkit lagi dan berjuang lagi.

Karena kita ga ada perpisahan, maka saya sampaikan disini aja ya.. 
Anak anakku, maaf untuk tiga tahun yang tak sempurna
Terima kasih untuk tetap bertahan
Kejar mimpi mimpi mu
Hidup kadang terasa tidak berpihak
Tapi dunia ini masih tempat yang menyenangkan
Semua orang memiliki lelahnya masing masing
Tapi kebahagiaan juga menjadi hak semua orang

Anak anakku, 
Sekolah ini rumah kamu
Guru guru yang ada juga keluargamu

Kalo suatu saat rindu, maka datang saja, ga ada salahnya mengunjungi keluarga..
Jangan merasa sendiri, berusahalah untuk jadi yang terbaik versi dirimu, dan jangan lupa Bahagia
Ini mungkin klise terdengarnya, tapi ini benar, doa kami selalu untuk kalian..

Sampai ketemu lagi, mudah mudahan saat itu tak ada lagi halangan untuk kita saling menggenggam tangan dan mempererat pelukan..

Salam sayang dari Ibu...





Read more ...

Dear Mama...

Minggu, Mei 09, 2021
Dear Mama...

Udah setahun aja ya Ma kita ga sama sama lagi. 4 Mei 2020 tugas mama selesai dimuka bumi. Ega pikir ega bakal hancur saat ga ada Mama. Gimana ngga, setiap harinya Ega selalu ketemu mama, meluk mama sampe mama sesak napas, nyiumin mama bertubi tubi sampe mama bilang "Kasian ya kak, cuma bs cium mama, ga ada yang bisa dicium siii".. Well, kadang itu buat ega manyun ya Ma.. 

Tapi Ma, nyatanya anak mama kuat.. "Yatim Piatu" itu sedih dengarnya, sangat ga lengkap, kosong. Hanya saja Ega ga mau ngelabelin diri ini semenyedihkan itu. Mama dan Bapak memang pergi, tapi kerennya nih legacy yang Mama dan Bapak kasi ke Ega itu luar biasa.. 

Dari Bapak,  ega belajar artinya kerja keras, bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan, dan ga gampang nyerah. Bapak selalu bilang "Kak Ega itu pintar, Kak Ega itu bisa apa aja". Kata kata ajaib ini yang buat Ega ngerasa kalo Ega bisa bertahan dengan segala keadaan. 

Dari Mama, Ega belajar akan kepasrahan, penerimaan dan penyerahan diri kepada kekuatan yang lebih tinggi. Ini yang sedang Ega lakukan sekarang. 

Alih alih protes kepada Allah betapa sendirinya Ega, yang Ega lakukan justru ya dekat aja sama Allah. Coba sholat lebih tepat waktu, ngaji terus, doa terus. Mama pasti senang deh liatnya, Anak Mama ini tahun 2021 ini udah 3x khatam loh. Keren ga tuh Ma...
Tarawehnya juga rajin Ma, di shaf pertama terus, dan mudah mudahan sampai akhir Ramadhan bisa terus gini ya Ma..

Anak Mama juga berubah loh memaknai puasa dan lebaran. Ega ga lagi pusing kue apa yang harus dibuat, baju lebaran apa yang mau dibeli. Ega malah mikir, tahun ini bisa khatam berapa kali, bisa banyakin tahajud gak, dan Ega ngerasa sedih banget puasa mau berakhir.. Mama bangga kan Ma? Ega aja ngga nyangka sama diri Ega yang sekarang.. 

Ma... 
Anak mama ini masih bego soal cinta. Kadang mau geplak kepala sendiri saking begonya. Mama tau lah siapa yang Ega cinta. Iya masih dia Ma, masih orang yang sama. Tapi akhir akhir ini karena Ega lagi deket sama Allah terus ni, kaya diliatin gitu Ma, dia bukan orang yang tepat. Laki laki yang masih baik tapi tidak tepat untuk Ega. 
Sedih? Iya Ma. Tapi ya udah sedih aja ga frustasi. Aman. Anak mama masih aman aman aja. 


                                                                   

IKHLAS. Susah banget belajarnya. Doa untuk ikhlas bahwa dia bukan untuk kita ternyata ga mudah Ma. Doa Ega berkali kali berubah. Mulai dari minta bolak balikkan hatinya untuk Ega sampai akhirnya pasrah dengan doa lirih "Buat Ega tak lagi sakit jika dia bukan untuk Ega". 

Kalau ditanya sekarang keinginan terbesar Ega apa. Ega ga tau juga jawabnya apa. Tapi  kalaupun Ega nanti punya seseorang, kalau boleh Ega mau ditemukan dengan orang yang akan membangunkan Ega disepertiga malam untuk sholat bersama. Romantis banget ya Ma hehe. 

Mama dan Bapak memang udah jauh dari Ega. Fisik iya. Tapi entah kenapa setiap doa yang Ega sampaikan melalui Allah, ngerasanya tu ga jauh jauh banget jadinya, karena nama mama dan bapak selalu ada di setiap doa di tiap sujud, dan juga setelah sholat. 

Ega juga mulai berfikir tentang kematian Ma. 
Betapa umur kita didunia lebih singkat dibanding nanti disaat kita pergi. Jadi mulai mikir amal apa yang mau dibawa. Bisa ga ya Ega kaya mama meninggal dibulan baik, seperti Bapak yang perginya mengagetkan semua orang, yang kemudian ramai sekali orang yang sholatin.. 
Ega bisa gitu ga ya Ma?

Mama, Ega rindu sekali.. 
Rindu kalo habis pergi pergi langsung ke kamar Mama buat cerita. 
Rindu beliin hal hal kecil yang Mama mau.
Rindu cerita bodoh tentang cinta Ega yang ga kesampaian
bahkan ni Ma, Ega bisa rindu hanya dengan mencium bau tisu basah. Jadi ingat bersihin badan Mama, kalo Mama lagi ga bisa ngelakuin sendiri..




Mau cerita apa lagi ya Ma. Hidup Ega lagi sangat baik baik saja sekarang. Baik karena ngerasa dicukupkan oleh Allah. 
Allah itu luar biasa ya Ma. Bantuuuuuuu Ega banget. Allah sayang banget sama Ega Ma. Mungkin satu satunya yang agak Ega sesalkan, Mama ga lihat Ega sedekat ini sama Allah saat Mama ada. Coba dulu gitu ya Ma, pasti kita udah ngaji bareng, sholat bareng, ikut Mama ke Mesjid.. 
Gapapalah ya Ma, paling enggak Allah udah kasi kesempatan buat Ega perbaiki diri, Allah seromantis itu Ma... 

Sebentar lagi lebaran, Inshaa Allah Ega bakal ke tempat Mama dan Bapak. Terima kasih ya Mama dan Bapak, sudah jadi orang tua yang luar biasa untuk Ega. SURGA ya Allah, Semoga Surga tempat Mama dan Bapak. 
Sekali lagi deh Ma... Sekali lagi Ega mau bilang "Dari ujung kaki sampe ubun ubun nii Rindu Ega dahsyat banget untuk Mama dan Bapak"

Allah, jaga mereka ya, doa Ega selalu untuk Mama dan Bapak.. Semoga sampai.. 
Ma, Pak, 
Ega baik baik saja... 


Read more ...

Waiting for Miracle

Rabu, Oktober 07, 2020

Kata orang kalau kita memimpikan seseorang tandanya orang itu sedang memikirkan kita. Saya bisa pastikan itu bohong. Saya ingat malam tadi saya memikirkan orang ini, SANGAT. Saya ngga tau apa saya rindu atau karena sudah menjadi kebiasaan dengan hadirnya dia, lalu saat dia menghilang, saya merasa resah sendiri? Entahlah. 

Lalu yang saya ingat, sehabis subuh saya kembali tidur, lalu mimpi itu datang. Indah sekali. Dan saya tau makna "mimpi indah". Seandainya saja mimpi itu berlanjut di dunia nyata. Ah seandainya itu menyakitkan ya. Saya tau dengan sangat jelas itu tidak mungkin. 

Saya percaya semuanya bisa terjadi kalau Tuhan bilang terjadi. Namun, yang saya rasakan saat ini Tuhanpun berkata "wake up, its not gonna be happen, ya pabo ya!!"




Kamu adalah segala ketidakmungkinan yang aku harap menjadi nyata. Keajaiban yang bisa muncul dihadapan. Ingin rasanya memaksa itu semua terjadi, namun dengan segala kekuatan yang aku punya pun aku tak mampu melakukannya. 

Aku tau tak ada kata pantas untuk kita. Otak dan hatiku sebenarnya sudah sangat menyadari itu. Tapi kalo cinta aku bisa apa. Pantas tak pantas aku tetap memikirkan kita. 

Tuhan, aku tak minta banyak, malam ini saja berikan mimpi yang kau beri padaku untuknya juga. Kalau boleh, berikan dia kemungkinan yang aku ingin menjadi nyata. Jika ia berani melakukannya, maka dengan segala keberanianku, aku juga akan siap menghadapi dunia yang bilang tak patut menjadi patut, yang tak pantas menjadi layak. 

Malam ini saja Tuhan. Aku mohon. 

Read more ...

Pelukan Tanpa Balas

Selasa, Mei 12, 2020
Day 8 Mama pergi. Melanjutkan hidup tentu saja iya. Tertawa? Sudah bisa walau belum sepenuhnya lepas. Saya adalah orang yang sangat ekspresif dalam menampilkan rasa, semua orang tau itu. Tapi dengan kepergian Mama, saya tak bisa benar benar mengekspresikan rasa sedih saya. Menangis sejadi jadinya tidak saya lakukan. Entahlah, saya hanya khawatir Mama marah.

Alih alih mengekspresikan sedih, saya hanya ingin membuat tulisan yang mungkin bisa jadi bahan renungan sedikit saja untuk kita semua. 

Bagi kalian yang masih memiliki orangtua, SEMPATKAN LAH.....

1. Hubungi mereka SETIAP HARI. Tak perlu menunggu ada kepentingan. Cukup cerita tentang hari ini kepada mereka. Percayalah, orangtua kalian bahagia saat tau kabar anak anaknya. Saya sangat merindukan suara mama saya apalagi saat beliau memanggil saya kak. 
Saya hanya bisa scroll pembicaraan mama saya dengan saya di whatsapp... Isi yang sangat random, mulai dari mama ngabarin udah makan nasi padang sampe kalimat mama yang minta ke kamarnya karena saya kelamaan di kamar saya.

2. TAKE A PICTURE sebanyak yang kalian bisa untuk mengabadikan moment.Percayalah, ratusan bahkan ribuan foto mama yang saya punya tak bisa menghapus kerinduan saya sama beliau. Tapi cuma itu yang bisa saya lakukan sekarang, Foto foto itu yang buat saya masih bisa menarik napas dengan benar. Jauh dari orangtua? Vcall dan screen shot sebanyak yang kalian bisa, Screen recorder semampu yang kalian bisa.

3. AMBIL WAKTU BERSAMA ORTU, HANYA KAMU DAN ORTUMU. Bukan dengan kakak atau adik. Tapi hanya moment yang kalian punya bersama mama papa kalian. Saya bersyukur pernah mengajak Mama liburan akhir taun hanya berdua dengan mama dihotel, ngobrol ga jelas dari malam ketemu pagi. Ngajak mama keluar kota hanya untuk menonton film dan makan bareng. Sisanya saya rasa saya menghabiskan moment dengan mama dan bapak saya bersama keluarga yang lain. Tapi moment hanya dengan ortu membuat saya merasa setidaknya saya pernah membuat mama saya bahagia, hanya bersama saya.


 





4. BELIKAN SESUATU. Tak perlu mahal, tak perlu berlebihan. Cukup ingat mama atau papa suka makan apa belikan, shampoo mama abis, belikan. Jangan menunggu kamu sukses untuk membelikan mereka sesuatu. Lakukan, Bahagia rasanya saat melihat mereka senang kamu peduli. "Makasi ya kak", ini kalimat bonus yang membuat saya bisa kuat jalani hari hari terakhir ini.

5. ORANGTUA mu diatas segala kepentingan. Please jangan jadikan pekerjaan atau kesibukan membuat kalian menunda untuk mengurus, menemani, menemui orangtuamu. Pekerjaanmu tak menunggu dan tak peduli akan kehilanganmu saat ini. Kehilangan ini percayalah juga membuatmu kehilangan alasan bekerja keras.

6. JANGAN MENGELUH. Pada akhirnya saya percaya "Kasih Ibu sepanjang Jalan sementara kasih anak hanya sepanjang Galah". Sakitnya mama hampir setahun membuat saya dan kakak adek dan abang cukup lelah. Alhamdulillah saya punya kaka adek yang saling mengingatkan jika salah satu dari kita lelah. Orangtua kita akan kembali ke masa anak anaknya yang pada akhirnya menjadikan kita yang diandalkan oleh orangtua kita. Sulit kadang rasanya melihat ibu yang biasanya super power lemah tak berdaya., 
Saat masih ada waktu, Telatenlah menjaga mereka, tetap sebarkan senyum kalian untuk mereka. Sembunyikan lelahmu. 2 hari sebelum mama dibawa ke rumah sakit, saya dan adek saya membawa mama ke dokter dan membelikan mama "Beef Toast" dan sampai dirumah mama bilang "Ya Allah, Alhamdulillah punya anak anak yang rela capek". Kalian tau? Kalimat mama ini yang buat saya dan kaka adek saya bertahan bahwa kami sudah melakukan maksimal untuk Mama. 

Tapi, saya tidak pernah menyangka, bahwa saya merindukan tengah malam dibangunkan mama hanya untuk kasi minyak angin dikepalanya, gantiin pampers, atau kecilin AC. Kalau mau egois, saya rela kembali ke masa masa itu asal ada mama. Tapi No... Mama sudah sangat bahagia sekarang tanpa rasa sakitnya. 

Saya harap postingan saya kali ini bisa membuat teman teman semua yang membaca ini lebih menghargai waktu yang diberikan oleh Tuhan untuk lebih bisa bersama orangtua kalian. 
Tepat 04 Mei 2020, Saya memeluk mama saya terakhir kalinya. Kali ini Pelukan tanpa Balas. 

Read more ...