Jumat, November 20, 2009

Garuda di dadaku....


Tadi pas jam makan siang, lihat berita hakim yang nangis ngebacain vonis buat nenerk yang nyuri coklat buat cucunya.. dan dipenjara 1.5 bulan....
Ya memang nyuri itu dosa, dan harus dihukum, tapi kenapa tu hakim bisa nangis??

yang pasti dia tahu, hukum di Indonesia super parah, dan dia bagian dari penegak hukum ga bisa berbuat apa2, mungkin frustasi... harus hukum nenek yang dia pikir toh urusan kaya gini bisa damai, tapi ternyata ngga, si nenek wajib masuk bui.. sementara kasus besar yang mutlak masuk prodeo eh malah bisa pake jalan damai....
Sungguh terlalu... its not fair.... huaaaaaaaaaaaaaaaaa



Hakim aja bisa nangis, apalagi rakyat bangsa ini...
sumpah ak muak nonton TV sekarang.. Anggodo ngga juga jadi tersangka... si susno duaji balik kerja lagi... tpf 8 ga fungsi (napa harus dibentuk kalo ga bisa ngapa2in), kerjaannya cuma ngundang mereka2 yang diduga keras bersalah.. malah seperti acara halal bihalal.. ya ialah cuma silaturrahmi.. hasilnya: NOTHING


Masalah negeri ini ga pernah beres... sang pemimpin tak lagi mempunyai taring yang kuat untuk mencengkeram... mungkin pikirnya ngapain cape2 toh ini periode akhir ak memimpin!
Apa perlu mahasiswa turun ke jalan lagi... seperti Soeharto mampu dibuat turun?? apa perlu pertumpahan darah lagi seperti peristiwa trisakti, tragedi semanggi, atau kali ini apa namanya tragedi anggodokah?? akankah???

Apa susahnya buat rakyat senang? toh kebusukan itu telah terbuka... apanya yang mau dibela?? Mungkin untuk melindungi diri sendiri.. satu kebohongan ditutupi kebohongan lainnya...

Kita kali ini dijajah.. tapi dengan bangsa sendiri, dengan petinggi yang harusnya jadi pelindung diri...
Kita cape, takutnya malah terbiasa dan berhati baja sehingga menjadi raja tega...

Jangan kawan.. kita generasi muda masih harus berteriak... Teriakkan Garuda di Dadaku.. tak hanya saat pertandingan bola saja.. teriakkan saja terus kawan biar memerah telinga2 mereka... biar tak bisa tidur tenang mereka.. batin tersiksa, biarkan mereka tersenyum tapi kita tahu hati mereka kecut....



Biarkan mereka membawanya mungkin sampai menutup mata.. tapi yakin lah Tuhan tidak tidur...... tak dapat didunia, azab akan dapat diakhirat...

ps: sungguh sedih dan miris hati anakmu ini ibu pertiwi.....

13 komentar:

vie_three mengatakan...

aq juga jenuh banget sekarang nonton berita2 tentang si anggodo ntu..... tuch orang harusnya di BUI!!!!

Newsoul mengatakan...

Nenek itu mencuri coklat (masih berupa biji dalam Buah) di sebuah perkebunan alasannya untuk bibit. Saya kebetulan nonton beritanya. Yang bikin saya jengkel justru stasiun tv yang sibuk mewawancarai (live) sang nenek yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu. Entah kenapa kesannya maksa banget, kejar rating. Saya malah tidak menangkap sisi humanis adara acara wawancara live mereka itu. Mungkin perasaan saya aja ya ga.

RanggaGoBloG mengatakan...

setujuuuuuuu... GARUDA DI DADAKU walau harus tumpah darah melawan anggodo dan kroni kroninya,,, tak akan kubiarkan seorangpun melepas GARUDA DI DADAKU.....

RanggaGoBloG mengatakan...

kak minta izin, postingannya tak jadiin tautan di ststusku........

YolizZ mengatakan...

iya tuuhh!! miris banget ngeliat beritanya di tipi,, apa ini semua membuktikan kalo hukum kita bisa di beli yaahh??!! hikz.. miris... T_T

reni mengatakan...

Aku barusan posting juga tentang si Nenek Minah ini ^_^
Sebuah ironi dari lembaga peradilan di negeri kita..

NURA mengatakan...

salam sobat
saya mengikuti beritanya melalui internet mba,,
dari jauuhh sana cuma bisa mendoakan semoga cepat terselesaikan.

tealovecoffee mengatakan...

Miris juga liat orang2 yang berduit/berkuasa masih aja melakukan tipu muslihat & kejahatan lainnya. Padahal dunia udah mau kiamat, apa mereka ga inget??

NoRLaNd mengatakan...

Yang penting semangat nya saja :)

eh Kak ega, ambil award di tmpt ku ya...
Sapa tau bisa jadi kawan blogger :)

Elsa mengatakan...

maling buah coklat dipenjara.
maling ayam dipenjara.
maling pakaian digebukin massa hingga sekarat.

nah yang sudah ketauan maling kakap kayak duo bersaudara Anggoro dan Anggodo, masih saja bebas berjalan-jalan.

negeri apa ini???

PurpLize mengatakan...

iyaa,,,,,ak jg liat wkt hakim njatuhin vonis buat nenek itu...hiks,,sedih liat nyaaa....

Anonim mengatakan...

youpoen.com

Miyabi mengatakan...

www.youporn.com

Poskan Komentar

makasi udah baca ceritanya kak ega.. please give ur comment and let me know who you are.. sekali lagi makasi kawan :)